Pengertian Antigen Dalam Darah Dan Penjelasan Sel Darah Merah

Darah adalah cairan khusus yang ada di dalam tubuh. Orang dewasa rata-rata memiliki lebih dari 5 liter (6liter) darah di tubuh. Darah mengalir dalam tubuh dengan bantuan jantung dengan cara memompa darah ke seluruh tubuh. Darah membawa oksigen dan nutrisi ke sel hidup dan menghilangkan produk limbah mereka. Untuk penjelasan selanjutnya ikuti ulasan berikut.

Pengertian Antigen Dalam Darah

Ini merupakan jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh lewat darah dalam tulang belakang. Antigen dalam darah merupakan karbohidrat yang menempel pada protein atai lipid. Antigen adalah zat asing bagi tubuh yang menyebabkan reaksi kekebalan. Ini merupakan sebuah respon imun yang terjadi ketika antibodi yang merupakan protein dalam sistem kekebalan tubuh untuk menyerang antigen. Tipe darah A memberitahu orang-orang untuk membuat antibodi hanya untuk jenis B. Antigen ini dapat menempel pada permukaan sel-sel darah atau protein di tubuh.

Seorang tipe B membentuk antibodi untuk melawan tipe A, ini juga disebut sebagai jenis yang dominan. Jika anda tipe jenis B dan O, makan anda dapat menyubangkannya ke tipe darah A dan darah AB. Jika Anda adalah tipe darah AB, sel-sel Anda tidak membuat antibodi terhadap tipe A atau tipe B dalam antigen permukaan. Anda hanya dapat menerima donor darah dari golongan AB saja. Dan hanya dapat menyumbangkan darah dengang tipe darah AB juga.

Kalau anda tipe darah golongan O, berarti sel-sel anda membuat antibodi terhadap kedua tipe A dan B di antigen. Jika ada yang membutuhkan donor darah, dia hanya dapat menerima lebih banyak donir dari golongan darah O. Namun, jika anda ingin menyumbangkan darah, maka anda dapat menyumbangkan darah kepada siapa saja. Karena anda termasuk seorang pendonor yang universal. Dan golongan darah O adalah yang paling umum.

Kandungan Yang Terdapat Dalam Sel Darah Merah

Sel darah merah adalah Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Dari ketiga macam sel darah, sel darah merah mempunyai jumlah terbanyak. Pada wanita normal mempunyai kira-kira 4,5 juta sel darah merah dalam setiap mm³ darah. Sel darah merah terdiri dari dua kata erythro = merah dan cyto = sel. Sel darah ini dibentuk atau diproduksi dalam sumsum merah.

Sebuah sel darah merah disebut juga sebagai eritrosit dan sel-sel ini memiliki kemampuan untuk mengubah bentuk mereka, tanpa menyebabkan kerusakan pada sel-sel. Setiap sel darah merah mengandung 200 juta molekul hemoglobin. Hemoglobis berfungsi mengangkut O2 keseluruh tubuh. Dan mengangkut CO2 dari sel-sel tubuh ke paru-paru. Setiap 1 mm3 darah mengandung 4-6 juta sel darah merah. Sel darah merah yang terdapat pada laki-laki dewasa 5 juta/mm3, sedangkan wanita dewasa 4,5 juta mm3.

Selain itu, jumlah sel darah merah juga dipengaruhi oleh ketinggian tempat seseorang hidup dan kesehatan seseorang. sel darah merah merupakan komponen terbesar dari sel-sel darah. Selain itu, jumlah sel darah merah juga dipengaruhi oleh ketinggian tempat seseorang hidup dan kesehatan seseorang. Di dalam sel darah merah tidak terdapat nukleus. Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan.

Sel darah merah memiliki waktu hidup sekitar 120 hari. Saat mencapai akhir waktu hidupnya, sel darah merah akan dipecah di limpa dan zat besi didalamnya akan digunakan lagi untuk membentuk sel darah merah baru. Eritrosit dibentuk di sumsum tulang, berada di rongga dalam tulang, melalui proses eritropoesis. Sel darah merah berbentuk bikonkaf sehingga memiliki luas permukaan yang relatif besar.

Fungsi Sel Darah Merah

Sel darah merah memiliki fungsi utama sebagai pengangkut gas darah dari paru-paru ke seluruh tubuh atau sebaliknya. Sel darah merah diseluruh tubuh masuk melalui oksigen yang dihup dan masuk melalui paru-paru. Sementara gas karbon dioksida yang ada dalam seluruh tubuh akan kembali ke paru-paru saat nafas dikeluarkan. Bentuk biconveks eritrosit sangat menunjang fungsi utamanya tersebut karena memperbesar luas permukaan sel.

Oksigen dan karbon dioksida diangkut ke seluruh tubuh melalui sistem kardiovaskular. Sebagai jantung beredar darah, oksigen habis darah kembali ke jantung dipompa ke paru-paru. Di paru-paru, arteri paru membentuk pembuluh darah kecil yang disebut arteriol.

Itulah sebabnya bahwa sebenarnya sel darah merah itu sangat berperan penting bagi tubuh kita. Ini dapat mengatur oksigen yang masuk dan keluar dalam tubuh. Hemoglobin merupakan zat didalam eritrosit yang berfungsi untuk mengikat oksigen. Hemoglobin mengandung zat besi yang akan berwarna kemerahan saat mengikat oksigen dan akan berwarna gelap saat tidak mengikat oksigen. Sehingga kekurangan zat besi dapat mengakibatkan gangguan pada pembentukan hemoglobin.

Sel darah merah memiliki 2 fungsi utama yaitu:

  1. Mengangkut Oksigen dari Paru paru dan ke seluruh jaringan di seluruh tubuh manusia.
  2. Mengangkut karbon dioksida dari jaringan dan sel akibat proses metabolisme dan gas lainnya terikat pada hemoglobin

Selain, 2 fungsi utama sel darah merah diatas, terdapat fungsi sekunder dari sel darah merah yaitu:

  • Memperlebar pembuluh darah dan aliran darah menjadi normal sehingga membantu manusia saat stress. Ketika kekurangan oksigen, maka sel darah merah akan menjado stress. Setelah itu, sel darah merah akan mengeluarkan ATP sehingga mengakibatkan pembuluh darah mengalami pelebaran atau pembukaan.
  • Membantu jaringan tubuh agar tidak rusak. Saat hemoglobin pada daerah tertentu mengalami kekurangan oksigen, akan mengeluarkan S-Nitrosotiol yang akan mengakibatkan pelebaran pembuluh darah, sehingga sel darah merah akan mengalir lebih cepat ke jaringan tersebut.
  • Membantu dalam sistem imun tubuh. Ketika sel darah merah pecah dikarenakan serangan bakteri atau lainnya, hemoglobin akan melepaskan substansi radikal bebas yang akan merusak membran dan dinding sel bakteri tersebut dan akhirnya membunuhnya.
  • Mengangkut nutrisi dan zat penting lainnya ke daerah khusus mereka dan sebaliknya membawa sampah dari daerah khusus mereka ke jantung.

Sel darah merah berfungsi mengedarkan oksigen ke seluruh sel di dalam tubuh serta mengangkut karbondioksida dari dalam sel. Dengan bentuk yang kecil ini pula, luas permukaan pengikatan oksigen akan lebih besar. Dengan demikian, sel darah merah dapat membawa lebih banyak oksigen untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Pembentukan Sel darah Merah

Pembentukan sel darah merah adalah hemositoblas yang terdapat dalam sumsum tulang. Sel ini akan membentuk jenis leukosit, eritrosit, megakariosi. Pembentuk sel darah merah tidak dimulai seperti sel lainnya yang melakukan pembelahan sel darah merah menjadi 2 sel darah merah dan seterusnya. Pembentukan sel darah merah juga dikenal dengan nama eritropoeisis (eritropoisis).

Dalam membentuk sel darah merah atau eritrosit, zat besi sangat diperlukan. sel darah merah atau eritrosit diproduksi didalam sumsum tulang. Pembentukan sel darah merah pada manusia berlangsung di dalam sumsum tulang. Ini untuk pertama kali, manusia membentuk sel darah merah saat masih berupa kumpulan sel tepatnya di kantung kuning telurnya (yolk sac).  Rata-rata sel darah merah kurang lebih 120 hari. Setelah itu sel darah merah menjadi rusak dan dihancurkan dalam sistem retikulum endotelium.

Kemudian setelah beberapa bulan, pembentukan sel darah merah dilakukan di dalam hati (liver), limfa dan sumsum tulang. Kemudian setelah manusia menginjak dewasa, pembentukan atau produksi sel darah merah dilakukan sepenuhnya oleh sumsum tulang membranosa, walaupun dalam keadaan kritis, sel darah merah akan dibentuk di hati dan limfa. Pada dasarnya sumsum tulang membentuk eriosit sampai usia 5 tahun, namun pada sumsum tulang panjang ini akan semakin berlemak. Sehingga usia 20 tahun sumsum tulang panjang tidak lagi menghasilkan eritrosit.

Didalam sel darah merah atau eritrosit terkandung yang namanya hemoglobin. Hemoglobin inilah yang memiliki peranan besar dalam membantu sel darah merah atau eritrosit menjalankan tugasnya, yaitu menghantarkan oksigen, karbondioksida serta zat-zat lainnya yang ada di dalam tubuh, dalam memproduksi hemoglobin, Tubuh melakukan sintesis di sebuah siklus krebs. Dari perspektif sel, pembentukan sel darah merah dilakukan oleh sel yang disebut sel batang pluripoten.

Sel batang pluripoten adalah sel yang memiliki kemampuan spesia untuk membentuk berbagai macam sel. Tepatnya, mampu membentuk 5 sel utama yang berbeda. Bentuk sel darah merah dapat berubah-ubah ketika sel berjalan melewati kapiler, namun perubahan bentuk ini tidak akan menyebakan sel mengalami ruptur. Hal tersebut disebabkan dalam keadaan normal, sel darah merah memiliki kelebihan membran sel untuk menampung zat di dalamnya sehingga tidak akan merenganggkan membran secara hebat.

Sel batang pluripoten = Hemasitoblas = Stem Sell = Sel Punca

Sel darah merah merupakan salah satu sel yang dibentuk oleh sel batang pluripotent. Pembentukan sel darah merah dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama yaitu pembentukan stem sel mieloid yang terbentuk dari hemasitoblas. Begitu sel proeritroblas terbentuk, sel tersebut akan membelah beberapa kali. Sel-sel baru dari generasi pertama pembelahan tersebut disebut sebagai basofil eritroblas karena dapat di cat dengan warna basa. Sel ini mengandung sedikit sekali hemoglobin.

Struktur Sel Darah Merah

Sel darah merah memiliki struktur yang lebih sederhana dibandingkan sel lainnya. Sel ini tidak memiliki organel seperti mitokondria, lisosom, aparatus golgi dan nukleus. Namun, meskipun begitu sel darah merah tidak bersifat inert. Adanya substansi Hb di dalam eritrosit memberikan warna merah pada darah. Sel ini mengandung hemoglobin, lipid dan molekul ATP. Diameter sel darah merah berkisar 7-8 mikron. Fungsi utama dari eritrosit adalah transportasi gas pernapasan. Setiap eritrosit memiliki sekitar 280 juta molekul hemoglobin.

Eritrosit adalah berwarna merah saat sel-sel ini mengandung molekul hemoglobin, yang menghasilkan warna merah cerah mereka. Eeritrosit yang paling berlimpah ditemukan sel dalam darah kita. Masa hidup setiap sel eritrosit adalah 100 sampai 120 hari yang kemudian mereka bisa dihancurkan dalam limpa. Struktur eritrosit normal ialah tidak memiliki inti dan berbentuk lempeng bikonkaf dengan diameter kira-kira 7-8 mikrometer dengan ketebalan 2,5 mikrometer pada bagian paling tebal serta 1 mikrometer atau kurang pada bagian tengahnya.

Sel darah merah memiliki struktur yang unik. Bentuk disc mereka fleksibel membantu meningkatkan luas permukaan ke-volume rasio sel yang sangat kecil ini. Hal ini memungkinkan oksigen dan karbon dioksida berdifusi melintasi membran plasma sel darah merah lebih mudah. Sel darah merah mengandung sejumlah besar protein yang disebut hemoglobin. Besi ini mengandung molekul mengikat oksigen sebagai molekul oksigen masuk ke pembuluh darah di paru-paru.

Tidak seperti sel-sel tubuh lainnya, sel-sel darah merah yang matang tidak mengandung inti, mitokondria, atau ribosom. Tidak adanya struktur sel menyisakan ruang untuk ratusan juta molekul hemoglobin yang ditemukan dalam sel-sel darah merah. Volume rata-rata sel darah merah pada tiap individu adalah 90-95 mikrometer kubik, sedangkan jumlah sel darah merah sangat bergantung pada jenis kelamin dan dataran tempat tinggal seseorang.

Pada pria normal, jumlah rata-rata sel darah merah per milimeter kubik adalah 5.200.000 (±300.000) dan pada wanita normal 4.700.000 (±300.000). Orang yang tinggal di dataran tinggi memiliki jumlah sel darah merah yang lebih besar dibandingkan orang yang tinggal di dataran rendah. Tahap pembentukan sel darah merah

  • Tahap pertama yaitu pembentukan sel mieloid, pembentukan ini berasal dari hemasitoblas, yang kemudian membentuk eritroblas.
  • Proerythoblast– basiphilic erithoblast- polychromatophilic erythoblast- normblast- polychromatophilic erythrocyte- erythrocyte
  • Pada tahapan Normoblas, sel mulai melepaskan diri dari intinya. Lebih tepatnya yaitu pada sel yang bernama sel normoblas. Selanjutnya, sel darah merah mulai membentuk retikulosit, namun masih memiliki inti setelah itu terbentuklah sel darah merah atau eritrosit.
  • Pada tahap memulainya sel proeritroblas, membutuhkan waktu 5 sampai 7 hari kedepan hingga sel akan membentuk sel darah merah atau eritrosit. Mulai dari tahap wal dibentuknya sel darah merah hingga menjadi sel darah merah atau eritrosit yang siap untuk difungsikan perlu adanya bantuan dari zat besi. Keberadaan zat besi inil sangat penting dan mutlak ada selama pembentukan sel darah

Ciri-Ciri Sel Darah Merah

Dari penjelasan di atas, dapat diketahui ciri-ciri sel darah merah adalah sebagai berikut:

  • Bentul Sel darah merah yakni bulat pipih yang bagian tengahnya cekung atau bikongkaf,
  • Sel darah merah tidak memiliki inti sel
  • Berwarna merah karna mengandung hemoglobin
  • Umur sel darah merang kurang lebih 120 hari
  • Sel darah merah berjumlah 4-5 juta sel/mm3 darah
  • Sel darah merah berdiameter 7-8 um dan tebalnya 1-2 um
  • Sel darah merah bersifat elastic
  • Ciri-ciri Sel darah merah yang pertama memiliki bentuk seperti cakram kecil atau discu.
  • Sel darah merah atau eritrosit memiliki permukaan yang cekung seperti bentuk lempeng bikonkaf.
  • Komponan sel darah merah pada darah terbilang cukup banyak jumlahnya, yaitu sekitar lima juta per mm kubik darah.
  • Sel darah merah mempunyai ukuran yang relatif kecil, diameter Sel darah merah atau eritrosit kira-kira sekitar 7,2 mikrometer.
  • Sel darah merah atau eritrosit tidak memiliki nukleus atau yang sering disebut inti sel.
  • Sel darah merah atau eritrosit memiliki warna merah cerah saat masih baru diproduksi
  • Sel darah merah atau eritrosit mengandung protein spesial yang sering disebut dengan sebutan hemoglobin.

Ciri lainnya yang terdapat dalam sel darah merah adah:

  • Tidak memiliki nukleus (inti sel)

Keabsenan inti sel bertujuan agar memberikan ruang yang lebih banyak bagi senyawa hemoglobin dengan demikian, senyawa hemoglobin akan semakin banyak. Semakin banyak hemoglobin maka semakin banyak oksigen yang akan diikat.

  • Tidak memiliki mitokondria

Mitokondria ialah organel sel yang berfungsi sebagai tempat respirasi seluler yang menggunakan senyawa oksigen. Keabsenan mitokondria pada sel darah merah menyebabkan penyedian ATP (energi) pada sel darah merah diperoleh melalui jalur anaerobik (tanpa oksigen). Hal ini sangat menguntungkan, karena oksigen yang diikat oleh sel darah merah tetap dalam jumlah yang maksimal (tidak berkurang), karena tidak digunakan oleh sel darah merah itu sendiri.

  • Ukuran sel kecil

Penyesuain lainnya yaitu ukuran sel darah merah sangat kecil, sel darah merah memiliki diameter sekitar 12µm (1µ= 10-6m). Dengan ukuran yang sangat kecil ini akan memaksimalkan pengikatan oksigen. Semakin kecil ukuran sel darah merah maka semakin besar total luas permukaan sel darah dalam volume darah sehingga akan semakin banyak oksigen yang dapat diangkut.

  • Berbentuk cakram bikonkaf

Sel darah merah memiliki bentuk bikonkaf, mencekung pada bagian tengah yang membuat luas permukaan sel darah merah meningkat.

  • Berwarna merah-Memiliki hemoglobin

Eritrosit atau sel darah merah dinamakan berdasarkan warna yang muncul. Warna ini dipengaruhi oleh pigmen hemoglobin. Hemoglobin (Hb) merupakan protein pengikat oksigen yang mengandung besi.

Gangguan Pada Sel Darah Merah

  • Anemia, gangguan yang disebabkan oleh kekurangan jumlah sel darah merah atau kekurangan jumlah hemoglobin yang ada di dalamnya. Cukup banyak jenis anemia, salah satunya anemia pernisiosa.
  • Polycythemia, kondisi yang berakibat pada naiknya tingkat sel-sel darah merah yang bersirkulasi dalam aliran darah. Orang-orang dengan polycythemia mempunyai peningkatan pada hematocrit, hemoglobin, atau jumlah sel darah merah diatas batasan-batasan normal.
  • Leukimia, salah satu kanker jenis sel darah putih di sumsum tulang. Leukemia terjadi pada penderita yang ditemukan banyak sel darah putih. Jumlahnya yang meningkat dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya.
  • Leukopenia, keadaan dimana berkurangnya sel darah putih di dalam darah, biasanya disebabkan oleh menurunnya produksi sel darah merah di dalam sumsum tulang hingga menurunnya kekebalan tubuh. Penyakit ini dapat disebabkan oleh radiasi sinar gamma, obat-obatan dan bahan kimia yang mengandung inti benzena.
  • Thrombocytopenia, penyakit kelainan autoimun yang berdampak kepada trombosit atau platelet. Kondisi ini bisa menyebabkan mudah mengalami memar atau berdarah, dan terjadi secara berlebihan. Pendarahan yang terjadi disebabkan oleh tingkat trombosit yang rendah.
  • Hemophilia, suatu kelainan herediter (keturunan) dengan tidak adanya mekanisme pembekuan darah, sehingga pasien dapat mengalami pendarahan yang parah dengan luka yang sangat kecil.

0 Comment