Ingin Mengenal Lebih Dalam Mengenai Ular? Disini Tempatnya

Ilmu biolog tidak hanya membahas hal mengenai tanaman dan manusia saja, melainkan juga membahas segala hal yang berhubungan dengan hewan. Dan hari ini kami akan membahas banyak mengenai ular. Untuk mempersingkat waktu, langsung saja kita simak penjelasannya yang ada dibawah ini.

Ular adalah salah-satu jenis hewan yang tergolong dalam kelompok reptil dengan tubuhnya yang panjang dan tidak memiliki kaki. Ia juga termasuk hewan melata yang bergerak dengan cara merayap. Ular juga sangat terkenal sebagai jenis hewan yang termasuk sukses dalam hal berkembang biak dan dapat hidup disegala tempat seperti gunung, hutan, gurun, dataran rendah, lahan pertanian, lingkungan pemukiman sampai ke lautan.

Ular yang tergolong sebagai hewan reptil memiliki sisik yang menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan bersifat poikiloterm (berdarah dingin). Menurut para ahli, reptile merupakan organism pertama yang dapat bertahan hidup di lingkungan yang kering.

Sistem Pernafasan Ular

Untuk bertahan hidup, ular memiliki sistem pernafasan seperti yang dijelaskan dibawah ini. Ular bernagas dengan paru-paru. Ular memiliki yang namanya Glotis atau yang disebut rongga nafas yang sangat berhubungan dengan tenggorokan. Tidak seperti dengan mamalia lain yang lubang hidungnya selalu terbuka, lain hal dengan glotis pada ular yang selalu tertutup. Glotis akan terbuka apabila ular mangambil atau menarik nafas.

Glotis juga terdiri dari tulang rawan yang nantinya akan bergetar pada saat ular menghembuskan udara. Disinilah yang mengakibatkan timbulnya suara desisan. Ular yang menghirup udara akan masuk ke tenggorokan hingga akhirnya menuju ke paru-paru.

Seperti pada umumnya, udara akan keluar dan masuk melalui paru-paru dimana tulang rusuk akan menyempit agar udara terdorong keluar dan tulang rusuk akan kembali menjadi bentuk semula sebagaimana untuk menghirup udara masuk kedalam paru-paru. Dalam setiap pernafasan ular, ular nantinya akan mengalami yang namanya apnea atau berhenti bernafas dari beberapa detik hingga menit.

Untuk mengatur keluar dan masuknya oksigen, paru-paru kanan ular yang memanjang dan tidak sama dengan paru-paru kiri yang lebih kecil.

Oksigen atau udara yang telah masuk ke paru-paru akan melalui proses penyaringan kemudian udara akan diedarkan kedalam darah. Kemudian darah akan membawa oksigen dan bertemu dengan karbondioksida.

Sistem pencernaan ular

Setelah membahas sistem pernafasan pada ular, kemudian dilajutkan kembali dengan membahas bagaimana sistem pencernaan pada ular. Begini penjelasannya.

Mulut ular terdiri dari rongga mulut yang mengarah pada esofagus. Kerongkongan pada ular memiliki bentu yang panjang bisa mencapai hampir dari setengah tubuhnya. Kerongkongan ular memiliki lebih banyak lipatan internal daripada reptil lainnya, yang memungkinkan untuk menelan mangsa yang besar. Gerakan peristaltik di dalam esophagus memindahkan makanan ke arah perut.

Perut merupakan organ yang bentuknya seperti J yang menjadi tempat di mana sebagian besar hasil pencernaan yang terjadi. Sel-sel lambung mengeluarkan enzim dan cairan lambung merusak protein. Makanan kemudian melewati katup pyloric dan masuk ke usus kecil.

Usus kecil adalah tabung melingkar sempit panjang di mana penyerapan nutrisi terjadi. Usus kecil dibagi menjadi tiga bagian yaitu duodenum, ileum dan jejunum. Hati yang berfungsi untuk membuang limbah nitrogen, menyimpan nutrisi dan memproduksi empedu, mengeluarkan enzim pencernaan melalui duodenum usus kecil. Selain itu, pankreas yang memproduksi insulin dan glikogen juga menghasilkan enzim seperti lipase, protease dan karbohidrat dan mensekresikannya ke duodenum.

Usus kecil dan usus besar juga terdiri dari yang namanya sekum. Usus besar merupakan organ yang memiliki otot dan struktur yang paling tipis dari sistem pencernaan ular. Dalam sistem pencernaan ular memiliki yang namanya ruang cloacae. Ruang ini dibagi menjadi copradaeum untuk menerima kotoran dan urodaeum untuk urin dan produk dari organ genital. Kloaka memainkan peran penting dalam reabsorpsi air. Tingkat pencernaan tergantung pada suhu tubuh karena mereka adalah hewan berdarah dingin.

Sistem pergerakan ular

Seperti apa yang kita tahu selama ini ular dapat bergerak dengan cara merayap. Dan bagaimanakah caranya ia merayap tanpa bantuan apapun? Berikut penjelasannya.

Ular dapat merayap dikarenakan ular terdiri dari banyak otot yang sangat lentur. Otot yang terdapat pada bagian tubuhnya dikatakan fleksibel yang artinya dapat memanjang dan memendek. Pada saat tubuhnya memanjang dan memendek, maka bagian belakang tubuhnya akan maju kedepan.

Ular dapat bergerak disegala kondisi termasuk diarea kasar dan licin. Jika berjalan didaerah yang licin seperti kaca, ia akan menggeliat. Ular sangat terkenal dengan gaya merayapnya yang tidak bisa lurus melainkan berliku-liku.

Ular juga dapat berjalan diatas air. Itu ia lakukan dengan cara melengkungkan tubuhnya dan bergerak sebagaimana ia merayap didaratan. Ada beberapa jenis ular yang seluruh tubuh mereka seperti dayung panjang yang menggerakkan mereka melalui air.

Berdasarkan sistem geraknya, ada beberapa macam pergerakan ular seperti yang disebutkan dibawah ini.

1. Bergerak serpentin (Serpentine). Ini adalah cara ular bergerak maju dalam bentuk S dimana tubuhnya malakukan dorongan terhadap permukaan tanah yang tidak rata. Pergerakan tersebut bisanya dilakukan baik itu ditanah dan juga di air.

Jika gerakannya di air, secara otomatis seluruh ototnya akan berkontraksi hingga dapat mendorong air. Apabila diatas tanah, pergerakannya sangat mudah dilakukan karena terbantu oleh posisi tanah yang kasar serta bebatuan.

2. Bergerak konsertina (Concertina). Lain dengan cara yang ada diatas dimana ular akan memendekkan serta memanjangkan tubuhnya. Gerakan tersebut dilakukan pada permukaan datar. Dengan cara bergerak ini pula ular bisa memanjat.

3. Bergerak linier (Caterpillar). Ini adalah pergerakan lambat yang biasanya berasal dari kontraksi otot dengan menggerakkan tubuhnya kedepan yang dibantu oleh sisik perut yang mencengkram tanah.

4. Bergerak menyimpang (Sidewinding). Dan yang terakhir adalah pergerakan kepala kesamping dan maju yang diikuti oleh bagian tubuh lainnya.

Cara Berkembang Biak Ular

Untuk setiap makhluk hidup yang ada di Bumi dapat berkembang biak dengan cara yang berbeda. Nah.. dibawah ini akan menjelaskan bagaimana ular berkembang biak seperti dengan mahkluk lainnya.

Ular betina berkembang biak dengan cara mengeluarkan aroma tubuhnya yang khas dari kelenjar kulit punggung. Saat melalukan kegiatannya sehari-hari, biasanya akan meninggalkan aromanya tersebut didaerah yang dilewatinya. Ini bertujuan agar aroma yang dilepaskannya itu dapat tercium oleh ular jantan sehingga ular jantan tersebut mencari tau keberadaan sang betina dengan mengikuti aroma tersebut pergi sampai pada waktunya menemukan sang betina.

Apabila pasangan tersebut telah bertemu, ular jantan akan menghampiri betina dan kemudian menyenggol dagunya kemudian merayap diatas tubuhnya. Pada saat siap untuk berkembang biak, ia akan mengangkat ekornya. Dan kemudian ular jantan akan melilit ekornya dengan ekor betina hingga bertemu kloaka. Setelah itu, ular jantan akan memasukkan organ vitalnya lalu melepaskan sperma. Proses tersebut akan berlangsung dari satu jam hingga satu hari. Wah.. lama banget ya cuy..

Dalam setiap bereproduksi, ular betina hanya bisa melakukannya dari satu hingga dua kali dalam setahun. Setiap melahirkan, ada sebagian ular yang bertelur dan ada juga yang menetetaskan telurnya dirahimnya kemudian melahirkan bayi ular.

Alat reproduksi ular

Ular jantan dan ular betina memiliki alat reproduksinya masing-masing seperti pada berikut ini.

  • Alat reproduksi ular jantan

Penis atau hemipenis adalah bagian reproduksi ular jantan. Hemipenis merupakan penis yang terdiri dari dua ujung seperti lidahnya yang terbelah dua. Penting untuk kita semua mengetahui bahwa hemipenis memiliki dua cabang yang disebut spermaticus sulkus.

  • Alat reproduksi ular betina

Setelah sperma telah masuk ke kloaka ular betina, disitu pula ular betina akan melakukan reproduksi. Ular betina memiliki sistem yang dapat mengetahui apakah setelah perkawinan mereka akan hamil atau tidak. Ular betina juga memiliki kantong khusus yang dapat menyimpan sperma dalam waktu yang sangat lama.

Antara penyimpanan sperma jangka panjang dan fakultatif partenogenesis (bentuk reproduksi aseksual) sebenarnya sulit untuk dibedakan karena ada beberapa peristiwa dimana ular betina setelah kawin mengalami waktu hamil yang lama. Walaupun ular betina bisa dikawini lebih dari satu ular jantan, ia bisa membuahi telurnya sesuai dengan sperma jantan yang ia inginkan.

Bisa Ular

Ada sebagian ular yang memiliki bisa atau racun dan ada juga ular yang sama sekali tidfak memiliki bisa. Walaupun sebagian ular mengandalkan lilitannya, tapi yang paling berbahaya adalah bisanya. Dibawah ini akan menyebutkan sedikit bagaimana proses terbentuknya bisa ular?

Ular yang memiliki racun atau yang kenal sebagai bisa berasal dari sebuah kantung yang letaknya dikepala atau dibelakang mata ular. Bisa ular tersebut terbuat dari campuran air liur yang menyimpan beberapa jenis enzim. Enzim tersebut telah tercampur dengan banyak kandungan protein yang berbeda tergantung dengan jenis ularnya.

Jenis racun atau Bisa ular

Bisa atau racun ular memiliki berbagai macam jenis yang berbeda dan dikatakan sangat berbahaya untuk siapa saja yang terkena termasuk manusia. Seperti apakah jenis ular tersebut? Berikut uraiannya.

1. Hemotoxic adalah salah-satu jenis bisa atau racun ular yang dapat merusak setiap organ tubuh dan juga darah hingga jaringan serta peradangan yang ada dibagian dalam.

2. Neurotoxiz merupakan bisa ular yang bisa merusak susunan saraf pusat. Ini adalah jenis racun yang sangat berbahaya. Untuk setiap tetes bisanya bisa mengakibatkan kejang-kejang, kelumpuhan hingga kematian.

3. Sitotoksin. Ini juga disebut sebagai jenis bisa ular yang bisa menghancurkan sel-sel tubuh. Dari daerah yang terkena gigitan, racunnya bisa menyebar kseluruh bagian tubuh.

4. Miotoksin. Apabila racun tersebut telah memasuki tubuh anda, maka otot-otot akan terasa kaku hingga mengakibatkan penghancuran otot tersebut.

Kandungan Bisa ular

Kita semuanya mengetahui bahwa bisa atau racun ular sangat berbahaya hingga bisa mematikan apabila terkena gigitannya. Bisa ular dikatakan sangat berbahaya karena adanya beberapa kandungan didalamnya.

Ular yang berbisa akan mengeluarkan bisanya melalui kedua taringnya yang sangat tajam. Dengan ketajaman taring yang dimilikinya sehingga bisa menembus ke bagian dalam tubuh mangsanya dan kemudian menyemprotkan racunnya.

Bisa atau racun ular terdiri dari banyak sekali protein yang mencapai hingga 90%. Selain itu, juga kaya akan kandungan karbohidrat, lipid atau lemak, amino acids, nukleosida dan amina biogenik seperti serotonin dan acetylcholine.

Berdasarkan enzimnya, kadungan bisa ular seperti L-amino acid oxidase yang masing-masing enzimnya juga memiliki efek tersendiri bagi setiap mangsanya.

Ada juga enzim yang bernama zinc metalloproteinase atau metalloproteases dimana enzim tersebut bisa mempengaruhi setiap komponen yang ada pada tubuh hingga mengalami pendarahan sistemik secara spontan.

Dan ada juga enzim lain yang hampir semua ular memilikinya yaitu Phospholipases A2 (lecithinase). Enzim yang dimaksudkan tersebut dapat memberi pengaruh yang sangat berbahaya terhadap mitokondria, sel-sel darah, otot, pembuluh darah dan membran lain termasuk di antaranya pendarahan internal. Hyaluronidase disebut enzim lain dari Bisa ular yang bisa mempercepat penyebaran racun terhadap setiap organ tubuh mangsanya.

Dan yang tak kalah mengerikan, juga ada sebuah enzim proteolytic yang bisa menghasilkan racun pada pembuluh darah hingga mengakibatkan beberapa masalah yang sangat serius seperti edema, luka melepuh dan nekrosis (kematian jaringan).

Keunikan Dari Ular

Ular termasuk sebagai hewan reptil yang sangat unik. Inilah beberapa hal yang membuat ular tergolong unik.

1. Ular dapat berganti kulit

Pada umumnya setiap ular akan mengganti kulit dengan kulit yang baru. Proses ini biasanya akan terjadi selama 3 hingga 4 bulan sekali. Yang lebih manakjubkannya lagi proses pergantian kulit tersebut dikatakan akan terjadi semasa hidup mereka.

2. Ular tidak dapat mendengar

Selayaknya untuk kita pahami, ular tidak memiliki pendengaran. Jika kita melihat seorang pawang ular yang meniupkan suling dengan ular yang menjulur keluar dari keranjang sebenarnya bukanlah mendengar suara suling tersebut, malainkan mendeteksi gerakan.

3. Lidah ular di gunakan sebagi indara pencium dalam berburuh

Selayaknya dengan reptil lainnya, untuk mencari keberadaan mangsa, biasanya ular menggunakan lidahnya. Lidah ular berfungsi sebagai alat pendeteksi atau penciuman adanya mangsa. Pergerakan mangsa yang ada didepannya akan ditangkap oleh lidah dalam bentuk seperti sinyal dan kemudian mengirimkannya ke otak.

5. Hidung ular tidak berfungsi dalam mencium aroma

Kita mengetahui hidung pada umumnya berfungsi sebagai alat penciuman. Tetapi hidung pada ular sangat berbeda yang bukan sebagai alat penciuman malainkan hanya untuk bernafas saja.

6. Ular memiliki bisa yang tidak akan pernah habis

Untuk melumpuhkan mangsanya, selain melilit, ular juga memiliki senjata andalan yang terkenal sangat berbahaya yaitu bisa. Bisa ular bisa kita anggap sebagai lautan yang tidak akan pernah habis.

7. Ular adalah perenang yang handal

Ular adalah salah-satu reptil yang sangat jago dalam hal berenang. Itu bisa ia lakukan dengan mudah hanya tinggal meliuk-liukkan badannya saja diatas air.

8. Ular juga ada yang hidup di air

Ular tidak hanya hidup didarat saja, tapi ada juga ular yang hidupnya di dalam air seperti ular laut. Jika dibandingkan dengan ular darat, banyak yang beranggapan bahwa Bisa ular laut lebih berbahaya dan sifatnya yang lebih agresif.

Ular adalah salah-satu jenis hewan yang tergolong dalam kelompok reptil dengan tubuhnya yang panjang dan tidak memiliki kaki. Ia juga termasuk hewan melata yang bergerak dengan cara merayap. Ular yang tergolong sebagai hewan reptil memiliki sisik yang menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan bersifat poikiloterm (berdarah dingin). Menurut para ahli, reptile merupakan organism pertama yang dapat bertahan hidup di lingkungan yang kering.

Guys, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Demikian artikel ini kami berikan untuk anda dan semoga saja sangat bermanfaat. Selamat membaca dan sampai berjumpa lagi.

0 Comment